Berita > PD Muhammadiyah Kota Pekanbaru

Songsong Puasa Ramadan, PDM Pekanbaru Gelar Seminar dan Sosialisasi KHGT Selama Enam Hari

Songsong Puasa Ramadan, PDM Pekanbaru Gelar Seminar dan Sosialisasi KHGT Selama Enam Hari

Seminar Tarhib Ramadhan 1447 H di Gedung PDM Pekanbaru

PEKANBARU, Muhammadiyahpekanbaru.com - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekanbaru melalui Majelis Tarjih dan Tajdid menggelar Seminar dan Sosialisasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Hisab-Rukyat, Penambahan 8 Menit Waktu Subuh, serta Arah Kiblat sebagai bagian dari persiapan menyongsong bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini dilaksanakan selama enam hari, dengan skema luring dan daring. Hari pertama dilaksanakan secara luring pada, Selasa (03/02/2026) di Gedung PDM Kota Pekanbaru dan dibagi ke dalam tiga sesi utama, sementara hari-hari berikutnya dilanjutkan secara daring untuk memperluas jangkauan peserta.

Seminar menghadirkan narasumber nasional, Dr. Ruslan Fariadi, MSi (ketua divisi fatwa MTT PP Muhammadiyah) dan Dr. H. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA, (Divisi Hisab dan IPTEK MTT PP Muhammadiyah) sekaligus Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU).

Ketua PDM Kota Pekanbaru, Jabarullah, menyampaikan apresiasi kepada Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Pekanbaru atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai seminar tersebut sangat strategis dalam memberikan pencerahan dan penguatan pemahaman tarjih kepada warga Muhammadiyah.
“Kegiatan ini penting agar warga Muhammadiyah memiliki pemahaman yang sama, ilmiah, dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan ibadah, khususnya terkait kalender hijriah, waktu shalat, dan arah kiblat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Pekanbaru, Dr. Lasri Nijal, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini sengaja dilaksanakan menjelang Ramadhan karena adanya potensi perbedaan penetapan awal 1 Ramadhan.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan maklumat resmi Muhammadiyah, awal puasa Ramadan ditetapkan mulai 18 Februari, sesuai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan warga Muhammadiyah memahami dasar tarjih dan pendekatan ilmiah yang digunakan Persyarikatan, sehingga tetap tenang, konsisten, dan mampu menyikapi perbedaan dengan bijak,” tegasnya.

Adapun tiga sesi pada hari pertama meliputi:
Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Hisab-Rukyat serta alasan Muhammadiyah beralih dari Wujudul Hilal ke KHGT, Waktu Shalat- penambahan 8 menit waktu Subuh, dan penentuan arah kiblat.
Melalui pelaksanaan kegiatan selama enam hari ini, PDM Pekanbaru berharap pemahaman tarjih dan tajdid semakin menguat di seluruh unsur Persyarikatan, baik pimpinan, takmir masjid, guru, maupun pengelola amal usaha Muhammadiyah.